Posted by: ryfkanarang | January 2, 2010

MAKALAH DEFINISI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Teknologi Pembelajaran adalah studi dan etika praktek untuk memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja melalui penciptaan, penggunaan, dan pengaturan proses  dan sumber daya teknologi. Studi. Pemahaman teoritis, sebagaimana dalam praktek teknologi pendidikan memerlukan konstruksi dan perbaikan pengetahuan yang berkelanjutan melalui penelitian dan refleksi praktek, yang tercakup dalam istilah studi. Etika Praktek. Mengacu kepada standard etika praktis sebagaimana didefinisikan oleh Komite Etika AECT mengenai apa yang harus dilakukan oleh praktisi Teknologi Pendidikan. Fasilitasi. Pergeseran paradigma kearah kepemilikan dan tanggung jawab pembelajar yang lebih besar telah merubah peran teknologi dari pengontrol menjadi pem-fasilitasi. Pembelajaran. Pengertian pembelajaran saat ini sudah berubah dari beberapa puluh tahun yang lalu. Pembelajaran selain berkenaan dengan ingatan juga berkenaan dengan pemahaman. Peningkatan. Peningkatan berkenaan dengan perbaikan produk, yang menyebabkan pembelajaran lebih efektif, perubahan dalam kapabilitas, yang membawa dampak pada aplikasi dunia nyata. Kinerja. Kinerja berkenaan dengan kesanggupan pembelajar untuk menggunakan dan mengaplikasikan kemampuan yang baru didapatkannya.

Berdasarkan definisi 1994, Teknologi Pembelajaran adalah ; Teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan dan penilaian proses dan sumber untuk belajar. Komponen definisinya adalah : teori dan praktek ; desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan penilaian ; proses dan sumber ; untuk keperluan belajar.

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Definisi teknologi pembelajaran tahun 1994

1.2.2 Hubungan antara ilmu pengetahuan dan teknologi.

1.3 Tujuan

1.3.1 Mahasiswa mampu memahami definisi teknologi pembelajaran tahun 1994

1.3.2 Mahasiswa mengerti hubungan antara ilmu pengetahuan dan teknologi

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi teknologi pembelajaran

Teknologi pembelajaran (Instructional Techonology) adalah teori dan praktek tentang perancangan, pengembangan, penggunaan, pengelolaan dan pengevaluasian dari suatu proses dan sumber-sumber untuk belajar.

Hakekat definesi

Israel scheffler (1960) membedakan dua jenis definisi, yaitu definisi umum dan definisi ilmiah. Menurut scheffler, definisi itu terpadu dalam konteks penelitian, definisi umum dapat dipahami baik oleh masyarakat umum maupun kalangan professional. Definisi umum itu menjelaskan bagaimana sebuah istilah harus dipahami dalam konteks pemakaiannya. Scheffler menggolongkan tiga jenis definisi umum, yaitu definisi stipulatif (stipulative definition), definisi deskriptif (descriptive definition), dan definisi programatik (programative definition). Definisi bidang studi yang disajikan di sini memenuhi kriteria yang ditentukan oleh scheffler untuk definisi stipulatif dan definisi programatis. Definisi tahun 1994 itu didasarkan pada pemakaian sebelumnya, yang menjelaskan karakteristik bidang studi teknologi pembelajaran dan menyarankan kawasan yang perlu diteliti. Oleh karena itu, definisi stipulatif yang berimplikasi programatislah yang diperlukan untuk tujuan komunikasi.

Sebuah bidang kajian dapat didefinisikan dalam beberapa cara, dengan peran yang dimainkan oleh para praktisi, dengan ruang lingkup pengetahuan tertentu, atau dengan syarat-syarat professional di bidang itu (Marriner-Tommey, 1989). Definisi bisa bersifat logis atau metaforis atau paduan keduanya. Misalnya, peran dalam sebuah bidang kajian dapat dideskripsikan melalui metaphor, seperti menggambarkan pembuatan rancangan pembelajaran seperti seorang pemahat yang sedang merancang patung dan pahatannya.

Sebelum sebuah definisi dikembangkan, parameter definisi itu perlu dijelaskan. Parameter adalah asumsi yang menjadi dasar untuk membuat keputusan. Untuk bisa diformulasikan, keputusan haruslah memuat ruang lingkup (scope), tujuan (purpose), titik pandang (viewpoint), sasaran (audience) dan karakteristik penting (essential characteristics) yang perlu diperhatikan. Definisi teknologi pembelajaran tahun 1994 didasarkan pada asumsi-asumsi berikut ini:

  • Teknologi pembelajaran merupakan sebuah gerakan untuk menjadi bidang kajian atau bidang studi dan profesi. Oleh karena profesi berhubungan dengan dasar pengetahuan, definisi tahun 1994 haruslah mengidentifikasi dan menekankan pada teknologi pembelajaran secara akademis yaitu sebagai bidang akademis dan juga sebagai swsuatu yang praktis. Ini berbeda dengan definisi tahun 1977 yang lebih menekankan pada peran-peran praktis.
  • Definisi bidang studi yang sudah direvisi itu harus memuat kawasan yang menjadi perhatian praktisi dan para pakar. Kawasan-kawasan itu merupakan domain dari bidang studi.
  • Proses dan produk sangat penting dan perlu untuk direfleksikan dalam definisi.
  • Hal-hal lain yang tidak dipahami atau dikenali secara jelas oleh professional teknologi pembelajaran harus disishkan dari definisi.

Meskipun tidak dinyatakan secara jelas, beberapa karakteristik penting bidang studi itu sudah termuat secara emplisit dalam definisi itu. Pertama, diasumsikan bahwa baik penelitian maupun praktek dalam bidang studi itu dilakukan dengan format standar yang disertai norma-norma etik profesi. Di samping itu, juga diasumsikan bahwa keputusan professional teknologi pembelajaran ditentukan oleh pemahaman tentang intervensi yang lebih cenderung membuahkan hasil yang efektif. Kesadaran mengenai dasar pengetahuan tentang sesuatu yang terjadi dalam lingkungan beragam dan pemakaiandasar pengetahuan itu merupakan titik pijakan penting para professional teknologi pembelajaran. Para teknolog pembelajaran yang gagal mengikuti praktik yang efektif telah menyimpang dari komitmen mereka pada norma-norma bidang studi itu.

Definisi itu juga mengasumsikan bahwa praktik dalam bidang studi diwarnai oleh pencapaian tujuan yang efektif. Kemampuan untuk mencapai tujuan yang efektif dan produktif yaitu dengan cara yang lebih langsung, singkat, dan hemat. Banyak kegiatan yang dilakukan oleh para teknolog pembelajaran sebagai professional juga dilakukan oleh orang lain, seperti mengembangkan perangkat computer untuk pembelajaran, menyeleksi materi untuk pembelajaran, dan membuat rekaman video. Diasumsikan perbedaannya adalah bahwa para professional itu akan mampu melakukan kegiatan itu dengan cara yang lebih.

Teknologi Pembelajaran

Secara historis bidang studi ini yang disebut sebagai “Teknologi Pendidikan” (Educational Technology) dan “Teknologi Pembelajaran” (Instructional Technology).Mereka yang lebih suka menggunakan istilah teknologi pembelajaran karena dua alasan. Yang pertama ialah bahwa kata pembelajaran (Instructional) lebih sesuai untuk mendeskripsikan fungsi-fungsi teknologi. Kedua, mereka menyatakan bahwa istilah pembelajaran lebih tepat sebab teknologi pendidikan pada umumnya berimplikasi pada lingkungan sekolah atau lingkungan pendidikan. Bagi kebanyakan pihak istilah pembelajaran memadukan tidak saja lingkungan persekolahan akan tetapi juga situasi pelatihan di luar sistem persekolahan. Knirk dan Gustafon (1986) menyatakan bahwa pembelajaran pada dasarnya berhubungan dengan masalah pengajaran (teaching) dan belajar (learning), sedangkan pendidikan mencakup semua aspek pendidikan.

Mereka yang menyukai menggunakan istilah teknologi pendidikan menyatakan bahwa oleh karena pembelajaran (Instruction) dipandang oleh kebanyakan sebagai bagian pendidikan, maka pembelajaran itu dapat membantu mempertahankan focus bidang studi itu(Association for Educational Communications and Technology, 1977; Saettler, 1990). Mereka percaya bahwa pendidikan mengacu ke belajar dalam banyak lingkungan termasuk rumah, sekolah, dan kerja. Sedangkan pembelajaran hanya berkonotasi kegiatan belajar di lingkungan sekolah.

Tampaklah bahwa kedua kelompok itu menggunakan rasional yang sama untuk memperkuat pandangan mereka mengenai pemakaian istilah yang berbeda. Mereka jugalah yang menggunakan kedua istilah itu untuk pengertian yang sama setelah bertahun-tahun seperti yang dicatat oleh finn tahun 1965. Sekitar tiga puluh tahun yang lalu istilah “Teknologi pendidikan” lebih disukai di inggris dan kanada., sedangkan istilah “Teknologi Pembelajaran” banyak dipakai di amerika serikat dewasa ini.

Pada tahun 1977 Asosiasi komunikasi dan teknologi pendidikan (Association for Educational Communications and Technology/ AECT) membedakan istilah antara “Teknologi pendidikan” dengan “Teknologi pembelajaran. Teknologi pendidikan pendidikan digunakan untuk mendeskripsikan bagian pendidikan yang digunakan untuk menangani masalah yang berhubungan dengan semua aspek belajar manusia melalui proses yang kompleks dan berkaitan. Interaksi ini juga memungkinkan “Teknologi Pendidikan” untuk mencakup belajar melalui media massa dan sistem pendukung pembelajaran termasuk sistem manajemennya. Teknologi dalam pendidikan digunakan untuk mendiskripsikan aplikasi teknologi yang digunakan oleh sistem pendukung pendidikan seperti pelaporan nilai, pembuatan jadwal dan pendanaan. “Teknologi Pembelajaran” didefinisikan sebagai bagian teknologi pendidikan dengan menggunakan rasional bahwa pembelajaran (Instruction) adalah bagian pendidikan yang hanya berhubungan dengan belajar yang bertujuan dan dapat dikontrol (AECT, 1977).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: